Tiga bulan sudah mengenyam perkuliahan di Universitas Lampung. Banyak sekali pelajaran-pelajaran dimulai dari materi kuliah hingga materi hidup yang saya dapat di kelas perkuliahan. Banyak sekali kesenangan, tantangan sampai musibah mampir pada diri saya.
Pada awalnya, saat ospek terasa begitu canggung ketika saya melihat dan berusaha untuk berbaur dengan teman-teman di FISIP Unila. Saya pun berpikir bahwa ketika duduk di jenjang perkuliahan akan terasa mudah untuk berbaur dan beradaptasi. Namun, jika ingin dilihat atau dibandingkan dengan masa ketika teman SMA dulu menjadikan saya lebih teringat rasa rindu dan rasa nostalgia kembali muncul bersamaan saat kelas SMA yang kian kental dan lebih pentingnya tidak ada sirkel satu sama lain, semuanya saling merangkul.
Di sisi lain, perkuliahan menjadikan saya lebih terus belajar mandiri. Dan senengnya ketika tiap awal bulan saya berusaha menabung lebih banyak dari uang bulanan. Saya adalah orang yang gemar menabung. Dan, pada dasarnya saya tiap bulan pun mendapatkan pula kiriman atau membawa bahan makanan dari rumah yang memang saya lebih tertarik untuk memasak sendiri ketika hendak makan hingga bekal ke kampus. Tiap hari itulah yang saya lakukan, hingga saya jarang untuk nongkrong untuk hal yang tidak bermanfaat. Dan ketika masa libur datang, saya lebih memilih menjadwalkan untuk berlibur ke destinasi sejenak melepaskan dari beban-beban. Ditambah mengikuti kegiatan-kegiatan yang menambah potensi diri.
Saya hendak mendapatkan berbagai arahan-arahan ketika saat mengikuti kegiatan-kegiatan mahasiswa. Saya adalah orang yang suka bereksplorasi berbagai hal, seperti saya ingin belajar bagaimana meningkatkan skill dan bakat bahasa Inggris di English Society. Lalu mengasah leadership di DPM Unila, hal semuanya saya mencoba, hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti satu kegiatan saja untuk mencegah terganggunya dengan perkuliahan sebagai kegiatan mutlak kita sebagai mahasiswa.
Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa kegiatan mahasiswa yang ada di kampus bukan hanya memperbanyak relasi, tetapi lebih menekankan lebih dalam kepada peningkatan skill atau bakat tertentu sesuai passion kita untuk terjun ke dunia kerja nantinya.
Saya bersyukur dan terus menghadapi apa yang menjadi ikhtiar. Bagi saya di kampus semuanya hanyalah sementara semata ibarat diberi surat kontrak untuk bekerja dengan tarif dan jangka waktu tertentu. Dan pasti akan kembali ke asal yang menjadi kawan abadi. Dengan giat yang lebih serius dan tekun, kita terus berharap dan bersemangat untuk mencapai lulus kuliah dengan cepat tepat waktu. Itu pesan dan tujuan utama dari kampus kita, KTW (Kelulusan Tepat Waktu) yang selalu disimpan di benak.
1 Komentar
keren pijar
BalasHapus